
Apa yang terpikir dibenak agan tentang orang utan?
Konon menurut para ilmuwan yang
mendalami masalah permonyetan (primatologi), manusia itu genetiknya
berdekatan. Malah ada yang bilang orangutan, gorilla atau simpanse,
lebih dari 90 % sama dengan manusia. Oleh karena itu, percobaan berbagai
jenis obat, sebelum dikonsumsi oleh manusia, dicobakan dulu ke monyet
atau kera ini.
Sebelum diujicobakan ke bangsa
primata, berbagai jenis obat sering diujicobakan ke tikus atau kelinci.
Maka ada istilah "kelinci percobaan". Namun, berbagai jenis obat yang
dicobakan ke tikus dan kelinci, mempunyai dampak yang tidak
menggembirakan. Misalnya obat mual bagi wanita hamil, yang dicobakan ke
kelinci, kemudian dikonsumsi oleh manusia (ibu hamil). dampaknya adalah
cacat pada jabang bayi. Namun kini obat-obatan itu sudah aman, karena
(konon) aman bagi "primata " percobaan.
Pada perang dunia ke II, monyet
dijadikan "guru" bagi para serdadu Amerika. Misalnya (menurut catatan),
serdadu yang terlibat perang di Pasifik, membawa beberapa ekor monyet
(Monyet ekor panjang), dari Phillipina, dibawa ke Papua. Serdadu melihat
jenis-jenis yang dimakan monyet, dan menirunya. Nah, kini monyet
peninggalam serdadu itu, membawa masalah di Papua (termasuk Papua
Indonesia), yang kini menjadi hama dan masalah bagi pertanian.
Kalau buah, rata-rata bisa
dimakan, ada yang manis, sepat, asem, namun rupanya orangutan menyukai
yang manis, seperti rambutan, duku atau durian. Bila pas musim durian
(rupanya beberapa jenis binatang juga suka durian), maka kita harus
hati-hati di seputaran pohon durian yang sedang berbuah. Apalagi bila
sudah mulai masak dan jatuh. Di lantai hutan ratusan durian yang
berserakan. Namun di sana juga berbagai jenis binatang ada. Mulai dari
rusa, babi, orangutan ataupun beruang. Konon bila di Sumatera, lebih
lengkap lagi binatangnya, ditambah harimau dan gajah. Plus manusia yang
memakan segalanya, dan manusia merupakan "pesaing" utama bila musim
durian. Berbagai jenis durian ada, mulai yang manis, sedikit pahit,
gurih ataupun "hambar" tak berasa. Durinyapun ada yang panjang sekitar 5
cm lebih, atap yang pendek sesuai dengan yang biasa kita lihat.
Ada juga buah yang kulitnya
sangat gatal sekali, namun bijinya gurih seperti kacang. Proses
orangutan untuk mendapatkan biji tersebut, melalui proses, dengan
meremas, atau menggosok gosokan di dahan, agar duri yang gatal
terkelupas. Bukan main memang, orangutan yang hidup liar itu sudah
memiliki cara untuk mendapatkan sesuatu.
Tapi ketika makan biji buah liar
itu, bisa2 kita tertipu, hingga mual, muntah dan kepala pening sejenak.
Rasanya memang manis, tetapi beberapa saat kemudian, mual dan muntah.
Rupanya yang dimakan bukan daging buah tetapi biji. Tertipu.
Kulit pohon, juga sangat
disukai, khususnya kulit pohon kampas. Pohonya besar. Kadang orangutan
jantan seharian betah, mengelupas dan memakan kulit bagian dalam. Memang
rasanya manis, banyak airnya. Dan tentu banyak energi yang dikandung,
karena merupakan air yang berasal dari tanah dan mengalir ke atas untuk
dirubah menjadi karbohidrat. Biasanya pada musim kemarau ketika
buah-buahan tidak banyak, atau daun muda belum berkuncup atau bunya
belum mekar, orangutan sering memakan kulit poohon ini.
Ada buah yang juga disukai
orangutan karena "gurih" rasanya, yaitu buah yang memiliki kulit yang
keras. Harus menggunakan parang atau batu atau palu untuk memecahnya.
tetapi orangutan hanya dengan menggigit. Luar biasa kerasnya.
Ketika meneliti orangutan yang
usai melahirkan. Sang Bunda hanya diam di sarang, sesekali jalan, hanya
untuk mendapatkan daun tertentu. Konon daun itu juga digunakan orang
pedalaman, untuk melancarkan atau mengeluarkan atau membersihkan rahim,
bagi orang yang usai melahirkan. Memang perlu melakukan penelitian yang
mendalam untuk beberapa jenis tumbuhan yang dimakan berbgai jenis satwa,
khususnya primata.
Tak hanya daun, biji, buah,
kulit dan bunga yang dikonsumsi kerah besar ini, tetapi juga jelutung.
Jelutung adalah karet alam yang tumbuh di rawa-rawa. Getah karet alam
ini. konon menjadi bahan dasar pembuatan permen karet. Orangutanpun,
suka "mencicipi" getah yang manis itu.
Menurut Prof Birute Galdikas,
peneliti orangutan sejak tahun 1971 ini, bahwa orangutan mempunyai
peranan yang sangat penting dalam regenerasi hutan, termasuk penyebar
biji-bijian. Ada sekitar 40 jenis tumbuhan yang disebarkan bijinya oleh
orangutan.
Masih banyak misteri flora di
alam, yang belum semua diungkap, untuk mencukupi kebutuhan manusia, tak
hanya obat-obatan tetapi juga sumber pangan yang diperlukan. Kehilangan
hutan, sama halnya dengan hilangnya sumber daya alam hayati yang belum
dimanfaatkan secara optimal. Masih banyak jenis buah yang belum dibudi
dayakan, atau tumbuhan lain yang bermanfaat.
Semoga lestari alam ini, bagi kehidupan flora dan fauna yang mempunyai manfaat bagi kehidupan kini dan yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar